Nama : Setyo Rini . P
NPM : 26210489
Kelas
: 2eb 06
Tugas
: ekonomi koperasi
Materi 3
Organisasi dan manajemen koperasi
Manajemn
koperasi
Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola sebagaimana layaknya lembaga
bisnis. Di dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif
dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Demikian juga dalam badan usaha
koperasi, manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan
yang diharapkan.
Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola sebagaimana layaknya lembaga
bisnis. Di dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif
dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Demikian juga dalam badan usaha
koperasi, manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan
yang diharapkan.
Prof. Ewell Paul Roy mengatakan
bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota, pengurus,
manajer, dan karyawan. Seorang manajer harus bisa menciptakan kondisi yang
mendorong para karyawan agar mempertahankan produktivitas yang tinggi. Karyawan
merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan (Hendrojogi, 1997).
Dari sudut pandang organisasi, manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota, pengurus, dan karyawan. Dapat dibedakan struktur atau alat perlengkapan onganisasi yang sepintas adalah sama yaitu: Rapat Anggota, Pengurus, dan Pengawas. Untuk itu, hendaknya dibedakan antara fungsi organisasi dengan fungsi manajemen. Unsur Pengawas seperti yang terdapat pada alat perlengkapan organisasi koperasi, pada hakekatnya adalah merupakan perpanjangan tangan dan anggota, untuk mendampingi Pengurus dalam melakukan fungsi kontrol sehari-hari terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Keberhasilan koperasi tergantung pada kerjasama ketiga unsur organisasi tersebut dalam mengembangkan
organisasi dan usaha koperasi, yang dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada anggota.
Dan sudut pandang proses, manajemen koperasi lebih mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan. Istilah satu orang satu suara (one man one vote) sudah mendarah daging dalam organisasi koperasi. Karena itu, manajemen koperasi ini sering dipandang kurang efisien, kurang efektif, dan sangat mahal. Terakhir, ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management style), manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation management), di mana posisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen perusahaannya. Telah diuraikan sebelumnya bahwa, watak manajemen koperasi ialah gaya manajemen partisipatif. Pola umum manalemen koperasi yang partisipatif tersebut menggambarkan adanya interaksi antar unsur manajemen koperasi. Terdapat pembagian tugas (job description) pada masing-masing unsur. Demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup keputusan (decision area) yang berbeda, kendatipun masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama .
Adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi adalah
sebagai berikut :
a.Rapat Anggota merupakan
pemegang kuasa tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi,
manajemen, dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis
dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota.
b.Pengurus dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Dengan demikian, Pengurus dapat dikatakan sebagai pemegang kuasa Rapat Anggota dalam mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan strategis yang ditetapkan Rapat Anggota. Penguruslah yang mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut organisasi maupun usaha.
c.Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh Pengurus. Pengawas dipilih dan diberhentikan oleh Rapat Anggota. OIeh sebab itu, dalam struktur organisasi koperasi, posisi Pengawas dan Pengurus adalah sama.
d.Pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus, untuk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha. Hubungan Pengelola usaha (managing director) dengan pengurus koperasi adalah hubungan kerja atas dasar perikatan dalam bentuk perjanjian atau kontrak kerja.
Dasar-dasar
Manajemen
Semua organisasi baik formal maupun informal
membutuhkan adanya fungsi manajemen. Sebab tanpa manajemen yang baik, tujuan
organisasi tidak akan tercapai secara efisien. Selain itu dalam pencapaian
tujuan organisasi sering ada berbagai hal yang bertentangan dengan kepentingan
pribadi beberapa anggota, atau bahkan ada berbagai pihak yang mempunyai
kepentingan yang saling bertentangan. Untuk menjaga keseimbangan antara para
anggota yang mempunyai berbagai kepentingan tersebut sangat dibutuhkan
manajemen yang baik, sehingga pertentangan antaranggota dapat dikendalikan dan
selanjutnya pencapaian tujuan organisasi tidak terganggu.
Seperti ilmu sosial yang lain, manajemen mempunyai
banyak pengertian, ada yang mengartikan manajemen sebagai suatu proses, adapula
yang mengartikan manajemen sebagai suatu seni untuk mencapai suatu tujuan
melalui pengaturan terhadap orang lain. Definisi yang lebih sering digunakan
adalah definisi yang dikemukakan oleh Stoner yang mengatakan:
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen Koperasi
Koperasi seperti halnya organisasi yang lain
membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien.
Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan
manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat
anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci
sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar,
membuat kebijaksanaan umum, mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas.
Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan
Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.
Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas,
pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan
tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi
supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus,
maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.
Berikut ini adalah beberapa pola manajemen koperasi yang membantu
koperasi dalam mencapai tujuan yaitu
·
Perencanaan
Perencanaan merupakan sebuah proses dasar manajemen.
Dalam perencanaan manajer memutuskan hal-hal yang harus di lakukan. Setiap
organisasi membutuhkan sebuah perencanaan, baik organisasi kecil maupun
organisasi besar. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat
fleksibel karena perencanaan akan berbeda dengan situasi dan kondisi yang
berubah-ubah pada waktu yang akan datang.
·
Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses merancang struktur formal,
mengelompokan,dan mengatur serta membagi tugas tugas atau pekerjaan di antara
anggota organisasi. Hal ini di capai agar tujuan organisasi dapat di capai
secara efisien.
·
Struktur organisasi
·
Pengarahan
Merupakan
fungsi manajemen yang sangat penting karena masing- masing orang yang bekerja
dalam organisasi tersebut memiliki kepentingan yang berbeda-beda
·
Pengawasan
Pengawasan
merupakan usaha sistematik untuk membuat segala kegiatan perusahaan sesuai
dengan rencana. Setiap perusahaan melakukan pengawasan dengan tujuan agar
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.
Soal Pilihan Ganda
1.
pada prinsipnya terbentuk dari tiga unsur yaitu
anggota, pengurus, dan karyawan merupakan prinsip manajemen koperasi yang di
pandang dari sudut pandang...
a.
proses
b.
organisasi
c.
pengawasan
d.
perencanaan
Jawab : B
2.
Di bawah ini merupakan lingkup
keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi, kecuali...
a.
Pengawasan
b.
Pengelola
c.
Rapat anggota
d.
Dasar –dasar manajemen
Jawab : D
3.
usaha sistematik
untuk membuat segala kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana, merupakan
pengertian dari...
a.
pengawasan
b.
pengorganisasian
c.
perencanaan
d.
struktur organisasi
Jawab : A
4.
lebih
mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan, merupakan pengertian
manajemen koperasi yang di lpandang dari
segi pandang...
a.
Pengendalian
b.
Perencanaan
c.
Proses
d.
Organisasi
Jawab : C
5.
pemegang kuasa tertinggi dalam
menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi,
merupakan pengertian dari...
a. pengawasan
b. pengendalian
c. organisasi
d. rapat anggota
Jawab
: D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar