Pages

Powered By Blogger

Followers

Minggu, 13 Februari 2011

APBN dan APBD




PEREKONOMIAN INDONESIA
(APBN dan APBD)

A. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN)
      1. Arti APBN
                  Menurut undang-undang nomor 17 Tahun 2003,anggaran pendapaan dan belanja Negara APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintah Negara yang di setujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat . APBN biasanya di mulai tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Deember as tahun anggaran.

      2. Penyusunan APBN
                  Anggaran adalah alat akuntabilitas, manajemen, dan kebijakan ekonomi. Sebagai kebijakan instrument ekonomi, anggaran berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas dan perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujan bernegara.Dalam upaya untuk memperluas kembali tujuan anggaran tersebut perlu di lakukan pengaturan secara jelas peran DPR dan pemerintah. Peran pemerintah dan DPR dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran merupakan penjabaran aturan pokok yang telah di tetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.Sehubunga dngan itu, maka belanja Negara di rinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja.
                  Masalahlain yang tidak kalah pentingnya dalam upaya memperbaiki proses penganggaran adalah penerapan anggaran berbasis prestasi kerja/hasil.
Selama ini anggaran belanja pemerintah di kelompokan menjadi anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. Pengelompokan ini bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan. Namun dalam pelaksanaan telah menimbulkan peluang terjadinya dulikasi, penumpukan, dan penyimpangan anggaran. Selain itu rencana pembangunan di tuangkan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang di tetapkan dengan ndang-undang.

      3. Tujuan penyusunan APBN
                  Penyusunan APBN mempunyai tujuan sebagai berikut :
                  1.Untuk memberikan arah bagi pemerintah dalam melaksanakan fugsi yang di embannya.
                  2. Untuk meliah dan mengevaluasi kinerjapemerintah dalam upaya menyejahterakan masyarakat karena anggaran di susun berdasarkan kinerja.
                  3. Sebagai sumber data yang akurat bagi rakyat untuk mengevluasi kinerja pemerintah.
                  4. Sebagai bentuk pertanggung jawaban pemerintah dalam menggunakan pendapatan masyarakat yang di pungut melalui pajak.

4. Fungsi APBN
                  APBN memiliki fungsi sebagai berikut.
                  a. fungsi otorisasi yang mengandung arti bahwa anggaran Negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun bersamaan.
                  b. Fungsi perencanaan yang mengandung arti bahwa anggaran Negara menjadi pedoman dalam merencanakan kegiatan pada tahun anggaran.
                  c. Fungsi pengawasan yang mengandung arti bahwa anggaran Negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan suatu Negara sesuai dengan ketentuan yang telah di tetaapkan.
                  d. Fungsi alokasi yang mengandung arti bahwa anggaran Negara harus di arahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta menigkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
                  e. Fungsi distribisi yang mengandung arti bahwa anggaran Negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

B. Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD)
      1. Arti APBD
                  Menurut undang-ndang No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara, APBD merupakan wujud pengellaan keuangan daerah yang di tetapkan setiap tahun dengan penentuan daerah.
                  APBD aalah daftar terperinci mengenai pendapatan dan pengeluaran daerah dalam waktu satu tahun yang telah di sahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
      2. Penyusunan APBD
                  Penyusunan APBD haruslah melibatkan partisipasi masyarakat.Penyusunan APBD haruslah di lakukan berlandaskan asas efisiensi, tepat guna, tepat waktu dan dapat di pertanggung jawabkan.
                  Anggaran yang di susun haruslah memakai pendekatan kinerja(budget performance). Artinya pemeliharaan belanja rutin dengan belanja pembangunan atau modal harus di klarifikasi. Tujuannya jelas agar tidak terjadi percampuradukan kedua sifat anggaran yang dapat menimbulkan pemborosan dan kebocoran dana. Peganggaran pengeluaram harus didukung dengan adanya kepastian penerimaan dalam jumlah yang cukup
      3. Fungsi APBD
                  APBD mempunyai fungsi penyelenggaraan pemerintah yang terdiri dari pelayanan pembangunan dan pemberdayaan. APBD juga berfungsi sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.
                  Angaran daerah juga merupakan salah satu sarana evaluasi penciptaan kinerja dan tanggung jawab pemerintah daerah menyejahterakan masyarakat.
APBD harus dapat memberikan informasi yang jelas tentang tujuan,sarana, manfaat, yang di peroleh masyarakat dari suatu kegiatan atau proyek yang di anggarkan.Pembiayaan pemerintah daerah diperoleh dari pajak dan retribusi dari segenap lapisan masyarakat. Dengan demikian APBD befungsi sebagai saranan distribusi pendapatan daerah kepada masyarakat daerah.

C. Dampak APBN Dan APBD Terhadap Perekonomian
                  APBN dan APBD pada hakkatnya merupakan program pembangunan nasional jangka pendek pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara paralel.
Dengan adanya APBN dan APBD Negara dapat megendalikan perekonomian nasional melalui program-program yang telah digariskan di dalam APBN daN APBD.
                  Aspek social ekonomis keuangan menurut Richard Musgrave dapat di ketahui dari tiga segi diantaranya :
                  1. Retribusi Pendapatan(Retribution of income)
                  2. Pengalihan Sumber-Sumber(Realocation of Resources)
                  3. Kestabilan Terhadap Kegiatan Ekonomi


Sumber :
Buku Ekonomi Penerbit Yudhistira
                 


Tugas 1


Tugas 1
PEREONOMIAN INDONESIA

A.  Ketenagakerjaan
      Masalah ketenagakerjaan di negra berkembang khususnya Indonesia yang memiliki banyak penduduk sangat besar dan kompleks.Besar karena menyangkut jutaan orang dan kompleks karena masalahnya mempengaruhi sekaligus di pergunakan oleh banyak factor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk di pahami.
     
      Faktor demografis mempengaruhi jumlah dan komposisi angkatan kerja.Meskipun Indonesia cukup berhasil menurunan angka kelahiran dan kmatian secara berkesinambung,namun hal ini berdampak kepada pertumbuhan penduduk usia kerja yang jauh lebih cepat dari pada pertumbuhan penduduk secara keseluruhan.Hal ini menyebabkan tekanan yang kuat dan menyebabkan tekanan yang kuat dalam sisi penyediaan lapangan kerja.

      Masalah ketenagakerjaan ini di pengaruhi oleh beberapa factor.
Factor-faktor tersebut antara lain masih sulitnya arus masuk modal asing.prilaku proteksionis Negara maju dalam menerima ekspor Negara berkembag,iklim investasi,pasar global,berbagai prilaku birograsi dan regulasi yang tidak kondusif bagi pengembangan usaha serta tekanan kenaikan upah.Masalah lain adalah adanya otonomi daerah yang dalam banyak hal tidak mendukung pencipaan lapangan kerja baru.Masalah tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung berkaitan juga dengan kemiskinan,ketidak meraaan pendapat,pertumbuhan ekonomi,urbanisasi,dan stabilitas politik.

1.   Penduduk
      Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan,tetapi bertujuan untuk menetap.Angka jumlah penduduk dapat di jumpai pada hasil sensus penduduk terbitan Badan Pusat Statistik.
2.   Tenaga Kerja
      Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki atau peremuan yang sedang dalam dan/atau akan melakukan pekerjaan,baik didalam maupun di  luar hubungan kerjaguna menghasilkan barang atau  jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
      Berdasarkan kepada konsep International Labour Organisation(ILO),penduduk dapat di bagi menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja.Tenaga kerja di bedakan menjadi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.Yang termaksud angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja atau sering di sebut pekerja dan penduduk yang tidak bekerja atau sedang mecari pkerjaan ,sedangkan yang bukan merupakan angkatan kerja adalah penduduk yang sebagian besar kegiatannya bersekolah,mengurus rumah tangga,atau kegiatan lainnya selain bekerja.
3.   Angkatan Kerja
             Angkatan kerja dapat didefinisikan sebagai penduduk yang berada dalam usia kerja yang bekerja ataupun belum bekerja namun siap untuk bekerja maupun sedang mencari pekerjaan.
Angkatan kerja terdiri atas orang yang bekerja dan menganggur. Penduduk yang bekerja adalah penduduk yang melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa untuk memperoleh penghasilan. Adapun pengangguran adalah orang yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Pengangguran merupakan masalah yang sering dihadapi oleh pemerintah. Jenis-jenis pengangguran dapat dilihat berdasarkan penyebab dan sifatnya. a. Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Berdasarkan penyebabnya, pengangguran dapat dibedakan menjadi pengangguran konjungtur, struktural, friksional, musiman, teknologi, dan voluntary. 1 ) Pengangguran konjungtur Pengangguran konjungtur (cyclical unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Pada waktu kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, perusahaan-perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi. Hal ini berarti jam kerja akan dikurangi, sebagian mesin produksi tidak digunakan, dan sebagian tenaga kerja diberhentikan. Akibatnya banyak tenaga kerja yang tidak dapat bekerja lagi.
4.   Pengupahan
      Upah merupakan factor yang sangat berpengaruh dalam masala ketenagakerjaan.Hal ini karena keinginan orang bekerja adalah untuk mendapatkan upah yang layak guna memenuhi kebutuhan hidup.Bila tingka upah yang di tawarkan oleh pengusaha di nilai tidak mencukupi oleh pekerja,maka pekerja tersebut tidak akan menerima pekerjaan yang di tawarkan.Sebaliknya ada juga pekerja yang bekerja dengan tingkat upah berapapun.

B.  Pengangguran
      Pengangguan dapat di artikan penduduk yang tidak bekerja,tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru.Pengangguran bias juga di artikan penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena mereka tidak mungkin mendapatkan pekerjaan(discouraged workers).Pengangguran juga bias diartikan penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah di terima bekerja atau mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

Jenis-jenis pengangguran
a.   Menurut jam kerja
      Menurut jam kerja, pengangguran dikelompokan sebagi berikut.
      1.         Pengangguran Terbuka
      Pengangguran terbuka adalah pencari kerja yang sedang mencari pkerjaan.
      2.         Setengah pengangguran
      Setengah pengangguran adalah para pekerja yang bekerja di bawah jam kerja normal.
      3.         Pengangguan Bruto
      Pengangguran bruto merupakan gabungan pengangguran terbuka dengan setengah pengangguran.
b.   Menurut factor-factor penyebabnya terdiri dari:
     1.          Pengangguran structural

           2.          Pengangguran friksional

      3.         Pengangguran musiman

           4.          Pengangguran teknologi

           5.          Pengangguran voluntary

Dampak pengangguran bagi pembangunan eonomi nasional

            Pengangguran memiliki pengaruh yang besar terhadap pembangunan suatu Negara.Misalny, masyarakat tidak dapat memaksimalkan kemakmuran, menebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang,dan tidak dapat mengglakkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pengangguran juga berdampak secara individu dan masyarakat, seperti menyebabkan kehilangan pekerjaan, kehilangan keterampilan, dan menimbulkan ketidakstabilan politik dan social.

            Implikasi dari besarnya pengangguan bias beracam-macam. Secara ekonomi pengangguran merupakan produktivitas serta pendapatan riil per kapita.Dampak social politisnya juga sangat besar dan seringkali sulit di perhatikan. Apabila menghadapi sejumlah pengangguran dan kalangan terdidik yang proporsinya semakin besar. Oleh karena itu, tujuan pembangunan ekonomi haruslah mengarah pada upaya penyerapan tenaga kerja. Hal ini merupakan sala satu ukuran keberhasilan suatu pemerintah. Bila ternyata jumlah pengangguran makin banyakhal ini merupakan gambaran rendahnya kinerja pemerintah.

            Pengangguran yang menumpuk dapat melahirkan dampak sosiologs krusial, yang pada gilirannyadapat menyebabkan stabilias nsional. Karenanya bila tidak di peroleh solusi yang tepat, masalah penganguran bisa menjadi bom waktu yang dapat mledak kapan saja.Berbagai penyakit social akan menjadi fenomena baru yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Kriminalitas, premanisme dan tindakan kekerasan akan meningkat tajam sejalan dengan kian banyaknya pengangguran.

 

Penyebab Pengangguran adalah kurangnya Kreativitas

Salah satu masalah yang dari dulu belum bisa diatasi secara tuntas adalah masalah pengangguran. Banyaknya calon tenaga kerja tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Selama ini seperti itulah yang kita yakini. Penyebab Pengangguran adalah karena jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan tidak seimbang.
Benarkah? Mari kita kaji bersama-sama.
Manusia memiliki akal dan pikiran Itulah yang menyebabkan manusia memiliki tingkatan yang lebih tinggi dan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya.
Dengan akal dan pikiran tersebut, manusia bisa menciptakan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Manusia bukanlah robot yang bisa diperintah dan diprogram sekehendak hati. Pada dasarnya, manusia itu kreatif!
Namun, kesalahan fatal telah terjadi. Universitas-universitas banyak yang menghasilkan mahasiswa “robot” yang hanya menghafal dan mengejar nilai bagus. Kreativitastak terasah. Bakat terpendam yang bila digali bisa bermanfaat, juga semakin tenggelam.
Mereka berubah bentuk menjadi robot masa depan. Kuliah, mencatat, mengikuti ujian untuk nilai A, dan bekerja. Begitulah!! Hampir semuanya menerapkan pola tersebut. Mereka sudah merasa puas dengan mendapatkan nilai bagus dari universitas terkemuka. Pekerjaan bagus pun bisa mereka dapatkan dengan cepat.
Bagaimana bila suatu saat perusahaan tempat mereka bekerja collapse? Bagaimana pula bila mereka tak juga mendapatkan pekerjaan? Bagaimana yang terjadi selanjutnya?
Kebanyakan dari mereka menyalahkan keadaan! Seperti yang telah disebutkan di awal. Mereka berdalih lapangan pekerjaan yang tersedia tak cukup memuat begitu banyak calon tenaga kerja yang bermunculan setiap waktu.
Padahal, kesalahan terletak pada diri mereka sendiri. Mengapa tidak kreatif? Mengapa mereka hanya menyalahkan dan tidak berusaha untuk mencari solusi?
Seperti yang telah dikatakan di atas, bahwa manusia memiliki akal dan pikiran yang bisa dipergunakan untuk berpikir. Pengangguran bisa diatasi bila mereka mau kreatif dan mau berpikir! Tak ada gunanya menyalahkan keadaan karena hal tersebut hanya akan mempersulit diri sendiri.
Kreativitas, itulah kuncinya. Ternyata, pintar saja tak cukup!! Nilai bagus dari lulusan universitas terkemuka takkan bisa membuat kita survive di tengah ketatnya persaingan, bila kita tidak memiliki kreativitas!
Sayangnya, universitas yang ada selama ini kebanyakan kurang mengeksplorasi kreativitas mahasiswanya. Saat mereka terjun ke kehidupan yang sebenarnya, sedikit saja ada masalah, mereka menjadi mudah menyerah!
PIintar Saja Tak Cukup
Begitu banyak orang cerdas lulusan. universitas terkemuka. Namun, nyatanya mereka tak cukup memiliki mental yang tangguh ketika kondisi yang tidak diinginkan terjadi pada mereka. Sungguh ironi.
Pengangguran bisa diberantas bila semua mahasiswa memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Ketika mereka berpikiran terbuka! Ketika mereka berpikir bahwa untuk mendapatkan uang tak hanya dengan jalan menjadi pegawai saja melainkan ada banyak jalan!

 

                       

 

 

 

www.gunadarma.ac.id

sumber : Buku Ekonomi (penerbit yudhistira)

http://www.crayonpedia.org/mw/ANGKATAN_KERJA_DAN_TENAGA_KERJA_SEBAGAI_SUMBER_DAYA_DALAM_KEGIATAN_EKONOMI_8.2_SANUSI_FATTAH"

http://www.anneahira.com/pengangguran-di-indonesia.htm